Fakta-Fakta di Balik Viralnya Pegunungan Makkah Arab Saudi Menghijau

  • Bagikan
Gambar Unikinfo

OKEDONE.COM – Berikut penjelasan tentang fenomena Makkah Arab Saudi yang dominan gurun gersang termasuk di pegunungannya mendadak berubah hijau oleh vegetasi yang viral di media sosial.

Sebelumnya telah di beritakan terkait pemandangan pegunungan yang tidak biasa menarik perhatian akun Twitter resmi wilayah Makkah, yang kemudian memposting video tanaman hijau baru kota tersebut dan sudah ditonton hingga ribuan kali.

Kemudian orang-orang Saudi menanggapi dengan gambar dan video mereka sendiri tentang tanaman hijau yang mengesankan, yang telah menyebar ke daerah lain, termasuk kegubernuran Laith, Taif dan Jeddah.

Banyak warganet yang mengungkapkan kekaguman mereka dan keinginan mereka untuk melestarikan alam baru.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada Tuhan saja, kami meminta Yang Mahakuasa untuk mengabadikan [tanaman hijau] sebagai berkah bagi kami dan melindunginya. dari menghilang,” cuit salah satu warganet.

“Sebuah lembah tanpa budidaya, dan terima kasih kepada Tuhan bumi dan langit, gunung-gunung di sekitarnya menjadi hijau dan gembira, Segala puji bagi Tuhan kami,” tulis warganet lainnya Ahmad Al-Assaf.

Baca Juga  Majene Dikepung Banjir

Berikut Fakta-Fakta Dibalik Foto dan Video Pegunungan Makkah Arab Saudi yang Viral di Media Sosial:

Curah Hujan Tinggi Sebelum Makkah Menghijau

Arabia Weather pada Minggu (7/1) menyatakan bahwa berdasarkan citra satelit Terra yang dikeluarkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap view hijau di beberapa wilayah di Arab Saudi. Vegetasi hijau tersebut muncul di daerah gurun yang kering, seperti kota Makkah, Jeddah, dan Madinah.

Dikutip detikTravel dari The Islamic Information, Selasa (10/1/2023), tercatat aktivitas curah hujan tinggi di Arab Saudi sejak Desember 2022. Curah hujan itu terjadi dengan kecepatan yang sama dan hampir terus-menerus dalam durasi panjang. Akibatnya, beberapa daerah, terutama di wilayah barat Arab Saudi, tertutup tanaman hijau.

Senada dengan hal itu, blog lokal Saudi, Haramain Sharifain juga menyebut pegunungan Makkah itu diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi akibat adanya upper depression atau depresi lapisan atas pada sudut yang tidak biasa di daratan Mesir menuju ke bagian utara.

Baca Juga  Gempa 7,5 M Guncang Maluku, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Depresi merupakan sistem tekanan rendah yang terjadi ketika cuaca didominasi kondisi tidak stabil. Demikian yang disampaikan Arabia Weather.

Gurun Jadi Sabana Bisa Terjadi dengan Modifikasi Teknologi

Selain karena faktor hujan, seperti dilansir dari CNN Indonesia, para ahli menyebutkan tumbuhnya tanaman hijau di daerah gurun bisa dibantu modifikasi teknologi. Sebuah studi pada 2018 mengungkapkan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) dalam jumlah besar dapat membantu penghijauan di gurun.

Para peneliti memanfaatkan efek PLTS dan PLTB yang dapat meningkatkan panas dan kelembapan di area sekitar Gurun Sahara yang mempengaruhi potensi tumbuhnya tanaman.

Baca Juga  Media Lokal Curiga Ada Pesanan Politik Dibalik Pemeriksaan Ulang Media di Majene

“Peningkatan curah hujan ini, pada gilirannya, mengarah pada peningkatan tutupan vegetasi, menciptakan siklus yang positif,” kata Yan Li, co-lead peneliti studi yang juga seorang peneliti postdoctoral bidang sumber daya alam dan ilmu lingkungan di University of Illinois, seperti dikutip LiveScience.

“Pemanasan malam hari yang lebih besar terjadi karena turbin angin dapat meningkatkan proses pencampuran vertikal dan menurunkan udara yang lebih hangat dari atas,” tulis para peneliti dalam studi tersebut.

Selain itu, para peneliti menemukan peningkatan hujan rata-rata sebanyak 0,25 milimeter per hari di daerah dengan PLTB.

Bisa Gersang Lagi

Menurut Haramain Sharifain, pemandangan hijau di Saudi itu diperkirakan akan kembali gersang dan tandus setelah musim penghujan mereda.

Saudi yang terletak di kawasan Timur Tengah memiliki iklim gurun yang gersang, dengan biasanya hujan mengguyur ‘hanya’ selama 2-3 hari setiap tahunnya. (Oke/Det)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *