OKEDONE.COM, MAJENE – Seorang laki-laki yang dalam kondisi sakit di Desa Manyamba, Kecamatan Tammerodo, Kabupaten Majene, Sulbar terpaksa ditandu warga menuju puskesmas. Jalan yang rusak (Jembatan putus) membuat lelaki tersebut terpaksa ditandu sejauh kurang lebih 1 kilometer.
Diketahui, lelaki itu bernama Suluh (70) beralamat di dusun manyamba induk mengalami sakit yang mengharuskan ia dibawa warga melintasi sungai menuju desa seppong untuk diteruskan ke puskesmas tammerodo, ia ditandu dengan menggunakan alat seadanya memakai sarung dan bambu demi mendapatkan pertolongan.
Lantaran jembatan terputus akibat terjangan banjir membuat akses jalan dari desa seppong menuju desa manyamba lumpuh, Kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melewati jembatan penghubung.
Salah seorang warga Ichal mengatakan, warga terpaksa membawa Suluh dengan kondisi seperti itu akibat sakit yang dideritanya harus segera mendapat pertolongan.
“Jadi bapak ini mengalami sesak terus sudah tidak bisa jalan, mungkin karena faktor usia juga sehingga sakit-sakitan. Keluarga bersepakat untuk dibawa ke pasilitas kesehatan, kata Ichal ke okedone.com, Minggu malam (27/11/2022).
Lebih lanjut Ichal mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada beberapa ibu hamil melahirkan. Ichal menyebut bisa jadi kasusnya sama, dibawa juga melewati sungai karena jembatan tidak bisa dilalui.
“Dekat-dekat ini ada tiga ibu hamil yang akan melahirkan, bisa jadi juga dibawa seperti ini karena akses paling dekat tidak ada lagi selain ini, menyebrang,” terang Ichal.
Sementara itu, Darwis selaku kepala Desa Manyamba mengaku sangat prihatin atas kondisi jalan menuju ke desanya, ia berharap kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat untuk dapat memperhatikan kondisi infrastruktur di desa manyamba.
Kasian warga disini, aktivitas mereka terhambat akibat jembatan putus. Orang sakit, anak sekolah dan pelaku usaha harus menyebrang sungai setiap harinya demi kelangsungan hidup.
“Warga disini berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki. Mereka juga meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat untuk lebih memperhatikan kondisi infrastruktur di desa kami,” tutup Darwis. (*)













