OKEDONE.COM, MAJENE – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majene bekerjasama dengan Lembaga Komunitas Sunat Modern menggelar acara Sunatan massal yang diikuti oleh 36 anak yang di rangkaian dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1444 H /2023 M bertempat di Masjid Besar Nurul Abrar Kabupaten Majene. Kamis, (23/2/2023).
Ketua Baznas Majene KH. A. Majid Djalaluddin. LC.,MH menyampaikan kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi Baznas, Komunitas Sunat Modern, HIPERMAKES dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Majene, serta seluruh masyarakat dan pihak yang telah mempercayakan dan menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya melalui Baznas Majene.
Pelaksanaan Sunatan massal dilaksanakan untuk pertama kalinya, setiap anak mendapat paket berupa sarung, kopiah, dan Dalam laporannya Ketua Baznas Majene menyebutkan bahwa kegiatan Sunnatan masal ini diadakan dalam rangka mengaktualisasikan program kerja Baznaz.
“Sunnatan massal secara gratis ini adalah bagian dari program Baznas Majene yang juga merupakan inisiatif dari Komunitas Sunnat Modern sebagai bentuk fasilitasi kepada keluarga yang tidak mampu. Baznas menanggung biaya sunnatan, termasuk obat dan perawatannya, dan bagi warga yang anaknya di sunat sifatnya gratis,” terangnya.
Sementara itu Wakil Bupati Majene Arismunandar dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kegiatan yang di lakukan oleh Baznas Majene.
“Saya mengapresiasi Baznas Majene atas terselenggaranya sunatan massal ini dan semoga kegiatan ini dapat terus dijadikan agenda rutin tahunan,” ujar Wakil Bupati majene.
Ketua Baznas menambahkan, dengan Sunat massal masyarakat mendapatkan manfaat ganda, yakni bermanfaat untuk mendidik anak-anak agar berperilaku hidup bersih dan sehat, serta merupakan bagian dari pemanfaatan bantuan dana zakat atau infak yang dikelola Baznas dengan cara kreatif.
“Potensi zakat jika dihimpun sangat besar dan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat Islam. Bukan saja dengan cara konsumtif tradisional dibagi habis kepada para mustahik, tetapi bisa dengan cara kreatif dan produktif seperi Sunatan massal ini,” pungkasnya. (Akbar)













