Gandeng KOREM, Mithhar Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah Di Sulbar

  • Bagikan

Mamuju – Angka Anak Putus Sekolah (ATS) dan tidak sekolah di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) hingga sekarang ini masih terbilang besar untuk segera dituntaskan.

Program Tangani Total Anak Tidak Sekolah (Portal ATS) yang digagas pemerintahan sebelumnya rupanya belum mampu menjawab masalah tersebut.

Dilaunching pada 2020, Portal ATS diproyeksi mampu menyelesaikan permasalahan pendidikan di Sulbar utamanya kepada anak putus sekolah dan tidak sekolah.

Kini Pemprov Sulbar dibawa kendali Dr. H. Mithhar, M.Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulbar tak mau berdiam diri. Beragam upaya oleh Dikbud Sulbar untuk menyelesaikan permasalahan ATS, termasuk menjalin kerjasama dengan Korem 142 Tatag Mamuju.

“Anak putus sekolah menjadi salah satu bagian yang harus diselesaikan di Sulbar karena semakin tingginya anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, di Sulbar,” kata Kepala Dikbud Sulbar, Dr. Mithhar, M.Pd kepada okedone.com, Kamis, 6 Juli 2023.

Baca Juga  Meski WTP, BPK Beri Catatan ke Pemprov Sulbar

Berbagai upaya yang disiapkan harus dijalankan secara serius dan berkesinambungan agar masalah pendidikan tersebut betul-betul tertuntaskan. Maka hari ini, Mithhar menemui langsung Komandan Korem 142 Tatag Mamuju, Brigjen TNI Farouk Pakar, S.Pd., M.Han. Pertemuan koordinasi kedua pihak sepakat untuk membangun sinergitas dalam rangka mewujudkan “Zero ATS” di Sulawesi Barat.

“Kita mendorong sumber daya yang kita memiliki agar ATS ini bisa tertangani dengan baik. Jika menelisik data Badan Pusat Statistik (BPS) maka angka ATS Sulba jumlahnya mencapai 10,52 persen.

Mithhar yang juga mantan Kepala Disdikpora Majene ini menambahkan, tingginya angka anak putus sekolah di provinsi ke-33 ini, antara lain karena dampak pola pikir, ketidakmampuan, serta dukungan anggaran.

Baca Juga  Dinobatkan Sebagai Kota Pendidikan, Rektor UNM : Dispensasi UKT Untuk Para Calon S3 Dari Majene

Selain itu kata dia, tingginya perkawinan anak, stunting, dan kemiskinan ekstrem, anak tidak sekolah (ATS) menjadi salah satu masalah utama pembangunan di Sulawesi Barat.

Di tahun 2021, ATS berdasarkan hasil Susenas berada pada 10,52% (BPS, 2021). Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK21) yang dilaksanakan oleh BKKBN juga merilis bahwa jumlah ATS di Sulawesi Barat sebesar 48.105 orang.

Untuk menangani kondisi tersebut di atas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah telah melakukan berbagai macam upaya dengan mengajak seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi, bergerak bersama untuk mewujudkan impian “zero ATS”.

Baca Juga  Warga Protes Pembebasan Lahan Bandara Tampa Padang Belum Dianggarkan Pemprov Sulbar

Mithhar mengajak seluruh elemen unit kerja di lingkungan dinas untuk saling berjibaku mengentaskan ATS, termasuk melibatkan Kepala Sekolah, guru, dan pengawas sekolah ikut serta mengedukasi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah tentang perlunya membangun kepedulian seluruh pihak, termasuk orang tua, dalam mewujudkan keluarga yang tanpa ATS.

Komandan Korem 142 Tatag Mamuju, Brigjen TNI Farouk Pakar, S.Pd., M.Han dalam pertemuan itu menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pemerintah provinsi Sulbar guna mewujudkan program Zero ATS

“Kami siap bekerja mewujudkan Zero ATS dengan cara mengajak seluruh warga TNI mulai Kodim hingga Babinsa yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar,” kata Farouk.

Penulis: ACO Antara

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *