Majene – Demi meningkatkan pengawasan pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang. Bawaslu Kabupaten Majene menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Aula Wisma Yumari Kecamatan Banggae Timur. Kamis, 13-14 Juli 2023.
Kegiatan sosialisasi partisipatif dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat Dr. Fitrinela Patonangi, SH., MH.
Dihadapan peserta sosialisasi dari kalangan penggiat literasi, budaya dan media sosial, Ketua Bawaslu Sulbar menyampaikan bahwa kegiatan partisipatif tersebut merupakan program yang telah direncanakan oleh Bawaslu untuk melibatkan semua elemen untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi pemilu tahun 2024 agar melahirkan pemilu berintegritas.
Kalau dilihat secara normatif Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, secara kelembagaan Bawaslu diberikan wewenang diantaranya, melakukan pencegahan dan penindakan di wilayah kabupaten/kota terhadap pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu. Jadi, pemilu itu merupakan syarat mutlak dalam negara demokrasi, sehingga Bawaslu bertugas mewujudkan Pemilu berkualitas.
“Secara umum pengamatan saya dari jauh ataupun langsung, teman-teman bawaslu di Sulbar khususnya di kabupaten majene sudah bisa menggerakkan secara kelembagaan pastisifasi pemilu melalui kegiatan sosialiasi yang berkesinyambungan,” ucapnya.
Katanya lagi, “Lembaga bawaslu diberikan kewenangan luar biasa, dari kewenangan itu kita harus kuat secara mentalitas dan sumber daya manusia SDM yang mumpuni agar kewenangan yang kita miliki bisa menjadi bekal dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas,” tegasnya.
Kalau dulu analisanya berbasis data menuju paktual, sekarang dibalik dari analisa paktual menuju data, ini sudah dilakukan teman-teman bawaslu kabupaten majene sehingga mampu melakukan pengawasan secara maksimal dan memberikan warna, brending terhadap bawaslu provinsi sulawesi barat.
Lakukan terus langkah-langkah pertemuan, berdiskusi sesama panwas untuk melahirkan cara dan inovatif dalam pengawasan pemilu, kemudian teman-teman panwas teruslah berbenah karna ditangan bawaslulah akan terwujud pemilu yg berintegritas. Prinsip bawaslu adalah, sakit satu sakit kita semua, pintah Tetua Bawaslu Sulbar Dr. Fitrinela Patonangi, SH., MH.
Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Majene Syofian Ali, S.Pd.i. Menyampaikan, tujuan kegiatan ini mengundang para penggiat literasi, budaya dan media selain dari msyarakat untuk bisa bekerjasama, partisipatif dalam pemulu serentak tahun 2024.
Pelibatan semua elemen masyarakat dalam menegakkan pengawasan pemilu merupakan langkah tepat dalam menyukseskan pemilu. Inilah yang dimksud bersama rakyat awasi pemilu, ujar Syopian Ali
Lanjut Fian sapaan akrabnya, “berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017, ada tiga unsur yang bisa melaporkan pelanggaran pemilu, diantaranya pemantau, peserta dan masyarakat sehingga kewenangan melaporkan pelanggaran pemilu itu ada. Jadi kami berharap, apa yang kami sampaikan pada kegiatan sosialisasi ini bisa di kembangkan, disampaikan ke keluaraga, teman, tetangga dan disebar luaskan ke masyarakat,” harap Ketua Bawaslu Majene.
Diminta juga, kalau teman-teman literasi berkegiatan yang ada hubungannya dengan pengawasan pemilu, silahkan undang bawaslu untuk bersama-sama memberikan sosialisasi, bawaslu majene selama ini sudah melakukan kegiatan sosialisasi dikalangan pramuka, penyandang disabilitas pelajar, mahasiswa juga sudah dilakukan ini semua demi menyukseskan pemilu serentak 2024 mendatang.
“Kami Bawaslu Majene selalu siap hadir pada kegiatan, dimanapun itu karna kami merasa bahwa itu merupakan tugas kami dan tugas kita semua dalam melakukan pendidikan politik ke masyarakat. Kami jga sadari bahwa personil bawaslu itu sedikit sehingga diharapkan keterlibatan semua elemen untuk bersama-sama mengawasi pemilu demi terwujudnya pemilu berkualitas,” tutup Syopyan Ali.
Kegaiatan sosialisasi Bawaslu Kabupaten Majene dihadiri Ketua Bawaslu Sulbar Dr. Fitrinela Patonangi, SH.,MH, Ketua Bawaslu Kab. Majene Syofian Ali, Pimpinan Bawaslu Kab. Majene Indriana Mustafa, S.Pd, Budayawan Sulbar A’ba Tammalele (Narasumber), Panwascam se-Kabupaten Majene, Penggiat Literasi, Penggiat Budaya dan Beberapa Media serta tamu udangan. (red/arnol).













