Pemkab Polman Upayakan Sayyang Pattuqduq Jadi Warisan Budaya Dunia

  • Bagikan

MAMUJU – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat menggelar diskusi kelompok terarah (focus group discussion) untuk membahas persiapan usulan Sayyang Pattuqduq menjadi situs warisan budaya dunia yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Andi Masri Masdar mengatakan, pemerintah daerah antara lain membahas persiapan dokumen yang diperlukan untuk mengusulkan Sayyang Pattuqduq sebagai warisan budaya dunia dalam diskusi terfokus.

Baca Juga  Tanggapan Bupati Polman Terkait Penahanan Damkar di Polres Polman

Diskusi kelompok difokuskan pada persiapan usulan Sayyang Pattuqduq menjadi warisan budaya dunia, yang diikuti oleh Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, pemerhati, serta pelestarian dan aktivis budaya.

Baca Juga  Kasat Lantas Polman Tegaskan Sopir Damkar Harus Miliki SIM

“Kami akan membentuk tim untuk terus membahas dokumen apa saja yang lengkap dan apa saja yang dibutuhkan,” ujarnya, Rabu (25/5/2022).

Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO Itje Khodijah, Ketua Dewan Ahli Memori Dunia Indonesia Mukhlis Paeni, dan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia Pudentia MPSS menjadi pembicara utama dalam diskusi tersebut.

Baca Juga  Jumlah Petugas Pemeriksa Lalu Lintas Hewan di Polman Ditambah

Sayyang Pattuqduq merupakan pertunjukan tradisional masyarakat Mandar yang diadakan untuk mengapresiasi anak-anak yang telah tamat Al-Qur’an.

Dalam tradisinya, anak-anak yang telah selesai membaca Al Quran mengendarai kuda keliling desa dengan arak-arakan dengan iringan rebana dan syair.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *