Bawaslu Majene Gandeng Pegiat Literasi Awasi Pemilu

  • Bagikan

MAJENE – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majene gencar melakukan sosialisasi. Hal ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan pengawasan pada Pemilu tahun 2024 mendatang.

Kali ini Bawaslu menggandeng para pegiat literasi yang ada di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Langkah ini dianggap cukup efektif dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan politik ke semua elemen masyarakat.

Dengan membangun kemitraan dengan para pelaku literasi dianggap akan lebih mudah dalam melakukan pendekatan, baik itu melalui kultur, budaya dan agama.

Baca Juga  Media Lokal Curiga Ada Pesanan Politik Dibalik Pemeriksaan Ulang Media di Majene

Olehnya itu Bawaslu Majene mengundang dan melibatkan para pelaku literasi dalam kegiatan ‘sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif’ yang digelar di Aula Wisma Yumari, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Kamis 13 Juli 2023.

Kegiatan yang digelar oleh Bawaslu ini juga menghadirkan tokoh budayawan Sulbar sebagai narasumber, yakni A’ba Tammalele.

Dihadapan peserta sosialisasi. Ketua Bawaslu Sulbar menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan program yang telah di rencanakan oleh Bawaslu agar melibatkan semua elemen untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi pemilu tahun 2024 demi melahirkan pemilu yang berintegritas.

Baca Juga  Timsel Umumkan 20 Nama Calon KPU Sulbar yang Lolos Ketahap Wawancara

Begitu juga apa yang di sampaikan oleh ketua Bawaslu Majene Syofian Ali, ia mengatakan bahwa, Bawaslu selalu siap hadir pada kegiatan dimanapun itu, karena kami merasa bahwa itu merupakan tugas kami dalam melakukan pendidikan politik ke masyarakat.

“Kami juga sadari bahwa personil bawaslu itu sedikit sehingga di harapkan keterlibatan semua elemen untuk bersama-sama mengawasi pemilu demi terwujudnya pemilu berkualitas,” terang Syopyan Ali.

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh ketua Bawaslu, pegiat literasi atau budayawan Sulbar A’ba Tammalele yang hadir sebagai narasamber dalam kegiatan juga mengatakan hal yang sama.

Baca Juga  BNK Hadiri Pemusnahan Barang Bukti yang sudah "Inkracht" di Kejari Majene

“Pengawasan ada tiga pendekatan, kekeluargaan, kultur budaya dan agama, inilah yang dimaksud pengawasan partisipatif. Mari bangun bersama kesadaran dalam mendorong terwujudnya pemilu berkualitas,” ujar A’ba Tammalele.

Jadi kalau bukan lagi kultur budaya, agama, yang kita bangun bersama-sama dalam berdemokrasi, maka bawaslu akan setengah mati dalam menjalankan tugasnya mengawasi pemilu, tegas A’ba Tammalele.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *