Orang Tua Harus Tau Kenali Penyebab Gagal Ginjal Akut Pada Anak

  • Bagikan

Okedone.com – Seiring dengan peningkatan kasus yang secara signifikan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat kurang lebih 241 kasus dan 133 diantaranya meninggal dunia. Para orang tua diminta agar tidak panik tetapi tetap waspada apabila anak menunjukkan sejumlah gejala gagal ginjal akut misterius pada anak ini.

Dilansir Halodoc, penyebab gagal ginjal akut pada anak masih terus diselidiki dan dilakukan investigasi secara mendalam oleh tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan Kemenkes. Belum lama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan hasil investigasi yang dilakukan terkait gagal ginjal akut misterius pada anak tersebut. 

Kabar beredar bahwa penyebab gagal ginjal akut pada anak terjadi karena konsumsi obat dengan sediaan sirup, yang ternyata memiliki kandungan zat berbahaya yang memicu kerusakan pada ginjal. Ketiga kandungan tersebut adalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil eter (EGBE).

Seharusnya Tidak Dipakai pada Obat

Baca Juga  30 Club Ikut Pertandingan Sepakbola Bupati Cup Mamuju Pertama

Menkes Budi menyebutkan, ketiga zat tersebut seharusnya tidak terkandung pada obat cair atau sirup yang dikonsumsi anak. Apabila ada, kadarnya juga bisa dibilang sangat rendah sehingga tidak memicu efek samping yang berbahaya bagi tubuh anak-anak. 

Ketiga kandungan tersebut baru dapat terdeteksi apabila digunakan polietilen glikol (PEG) sebagai peningkat kelarutan pada obat yang berbentuk cair atau sediaan sirup. Sesuai dengan standar mutu obat yang dipasarkan di Indonesia (Farmakope), baik EG maupun DEG seharusnya tidak digunakan sebagai bahan pembuat obat. 

Akan tetapi, senyawa tersebut berpotensi berasal dari kontaminan pada bahan aditif atau tambahan dalam obat sirup. Adapun nilai toleransi penggunaannya adalah sebesar 0,1 persen untuk propilen glikol dan gliserin, serta sebanyak 0,25 persen pada polietilen glikol. 

Himbauan untuk Menghentikan Penggunaan Obat Sirup pada Anak

Guna kepentingan investigasi lebih lanjut terkait senyawa berbahaya yang diduga menjadi salah satu penyebab gagal ginjal akut pada anak, Menkes mengimbau kepada masyarakat dan tenaga kesehatan untuk menghentikan pemakaian obat anak dalam sediaan cair atau sirup untuk sementara waktu. 

Baca Juga  Pemda Majene Bertandang ke PT. PARKEE, Ini Tujuannya

Ini tidak sebatas pada obat anak yang dijual secara bebas, tetapi obat anak yang diresepkan pula oleh dokter. Kebijakan ini berlaku setidaknya hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan keputusan final terkait hasil penelitian dan investigasi yang dilakukan. 

Lalu, bagaimana jika membutuhkan pengobatan medis? Menkes menyarankan untuk menggunakan obat dalam sediaan lain. Misalnya tablet, puyer, atau bentuk sediaan lainnya. 

Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mendapatkan obat dalam bentuk sediaan lain, misalnya sedang menjalani pengobatan untuk epilepsi maupun TB, orang tua dapat langsung bertanya pada dokter spesialis anak yang memberikan penanganan. 

Selain itu, Menkes juga menyarankan orang tua untuk kembali mengurangi aktivitas anak di luar rumah, dan tetap menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah beraktivitas, sebelum makan, serta setelah menggunakan toilet. Tak lupa, memakai masker saat harus beraktivitas di luar rumah. 

Baca Juga  Rapuhnya Keadilan Di Tangan Jaksa Kejari Majene, Harapan Keluarga Korban Bertumpu Pada Hakim PN Majene

Seperti telah diketahui, gagal ginjal akut tengah menyerang anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun. Penyebab gagal ginjal akut pada anak ini sampai sekarang belum dapat diketahui pasti. Meski disebutkan, salah satunya adalah terdapat kandungan yang berbahaya pada obat-obat anak yang seharusnya tidak digunakan. 

Terhitung pada 18 Oktober lalu, pemerintah telah mengidentifikasi 206 kasus gagal ginjal akut pada anak. Sebanyak 99 anak disebutkan meninggal karena kondisi tersebut. 

Pastinya, ini menjadi kekhawatiran baru untuk para orang tua, terlebih pada anak-anak balita di bawah 5 tahun yang memang masih sangat rentan terserang berbagai masalah kesehatan. 

Oleh karena itu, jangan abai dengan keluhan kesehatan yang muncul pada anak, bisa jadi Si Kecil membutuhkan penanganan medis segera. (Halodoc.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *